Kamis, 02 Mei 2013

Pasok Pasar Internasional, Sertifikasi Rumput Laut Dipercepat

BANDUNG - Kementerian Kelautan dan Perikanan akan terus menggenjot sertifikasi cara budidaya ikan yang baik (CBIB) untuk memenuhi pasar internasional. Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto mengatakan, percepatan sertifikasi akan berlaku pada budidaya rumput laut di Indonesia.

"Ini untuk memenuhi pasar di luar negeri. Karena China dan Filipina memerlukan rumput laut yang bersertifikat," jelasnya, kepada wartawan di Bandung, Selasa (30/4/2013).

Meski di laut terdapat faktor alam yang bisa menghambat proses sertifikasi, namun pihaknya tetap akan melakukan hal tersebut dengan melakukan proses manipulasi dengan bantuan manusia. "Kita kemarin memproduksi hampir 60 juta ton rumput laut. Dan hampir 60 persennya dibeli oleh China,” katanya.

Selain itu, percepatan sertifikasi dirasa perlu kareana ditingkat Asean harmonisasi dan GAP telah dilakukan bagi negara penghasil rumput laut.

"Jadi tidak perlu menunggu tahun depan. Karena pasar begitu cepat, dan konsumsi ikan terus meningkat,” terangnya.

Saat ini, Indonesia menjadi salah satu negara penghasil rumput laut terbesar di dunia. Salah satu penghasil provinsi dengan penghasil rumput laut adalah, NTT, NTB, Maluku, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Jabar, dan Jatim. 

Sumber: OKEZONE.COM Tanggal 30 April 2013 (diposkan oleh http://www.kkp.go.id)
readmore »»  

Rabu, 17 April 2013

Budidaya udang windu (Segmen PEMBENIHAN)

syarat konstruksi tambak menurut cara berternak udang windu  :
  1. tahan terhadap damparan ombak besar, angin kencang serta banjir. jarak minimum pertambakan dari pantai yakni 50 meter atau minimum 50 meter dari bantara sungai.
  2. lingkungan tambak beserta airnya kudu cukup baik buat kehidupan udang sampai dapat tumbuh normal sejak ditebarkan sampai dipanen.
  3. tanggul kudu padat serta kuat tidak bocor atau merembes serta tahan terhadap erosi air.
  4. design tambak kudu sesuai serta mudah buat operasi sehari-hari, sampai menghemat tenaga.
  5. cocok dengan daya dukung area yang ada.
  6. melindungi kebersihan serta kesehatan hasil produksinya.
  7. saluran pemasuk air terpisah dengan pembuangan air. teknik pembuatan tambak dibagi di dalam tiga sistem yang cocok dengan letak, biaya, serta operasi pelaksanaannya, yaitu tambak ekstensif, semi intensif, serta intensif.

Tambak Ekstensif atau Tradisional Menurut

  1. dibangun di area pakai surut, yang umumnya berupa rawa-rawa bakau, atau rawa-rawa pakai surut bersemak serta rerumputan.
  2. wujud serta ukuran petakan tambak tidak teratur.
  3. luasnya pada 3-10 ha per petak.
  4. tiap-tiap petak mempunyai saluran keliling ( caren ) yang lebarnya 5-10 m di sepanjang keliling petakan sebelah di dalam. di bagian masih juga dibikin caren dari sudut ke sudut ( diagonal ). kedalaman caren 30-50 cm lebih di dalam dari bagian sekitarnya yang disebut pelataran. bagian pelataran hanya dapat diisi sedalam 30-40 cm saja.
  5. di masih petakan dibikin petakan yang lebih kecil serta dangkal buat mengipur nener yang baru datang selama 1 bln..
  6. delain itu ada kian lebih satu type tambak tradisional, misalnya type corong serta type taman yang dikembangkan di sidoarjo, jawa timur.
  7. pada tambak ini tidak ada pemupukan.

Tambak Semi Intensif
  1. wujud petakan umumnya empat persegi panjang dengan luas 1-3 ha/petakan.
  2. setiap petakan mempunyai pintu pemasukan ( inlet ) serta pintu pengeluaran ( outlet ) yang terpisah buat keperluan penggantian air, penyiapan kolam sebelum akan ditebari benih, serta pemanenan.
  3. satu caren diagonal dengan lebar 5-10 m menyerong dari pintu ( pipa ) inlet ke arah pintu ( pipa ) outlet. basic caren miring ke arah outlet buat meringankan pengeringan air serta pengumpulan udang pada waktu panen.
  4. kedalaman caren selisih 30-50 cm dari pelataran.
  5. kedalaman air di pelataran hanya 40-50 cm.
  6. ada juga petani tambak yang buat caren di lebih kurang pelataran.
Tambak Intensif

  1. petakan berukuan 0, 2-0, 5 ha/petak, supaya pengelolaan air serta pengawasannya lebih mudah.
  2. kolam/petak pemeliharaan dapat dibikin dari beton seluruhnya atau dari tanah layaknya biasa. atau dinding dari tembok, tetapi basic masih tanah.
  3. umumnya berbentuk bujur sangkar dengan pintu pembuangan didalam serta pintu panen type monik di pematang saluran buangan. bentuk serta konstruksinya menyerupai tambak semi intensif bujur sangkar.
  4. lantai basic dipadatkan sampai keras, dilapisi oleh pasir/kerikil. tanggul biasanya dari tembok, masih air laut serta air tawar dikombinasi di dalam bak pencampur sebelum akan masuk di dalam tambak.
  5. pipa pembuangan air hujan atau kotoran yang terbawa angin, dipasang mati di sudut petak.
  6. diberi aerasi buat menambah kandungan o2 di dalam air.
  7. penggantian air yang amat sering dimungkinkan oleh penggunaan pompa


adapun prasarana yang diperlukan di dalam budidaya udang tambak meliputi :

Petakan Tambak
  1. baiknya dibikin di dalam bentuk unit. setiap satu unit tambak pengairannya datang dari satu pintu besar, yaitu pintu air utama atau laban. satu unit tambak terdiri dari tiga macam petakan : petak pendederan, petak glondongan ( buyaran ) serta petak pembesaran dengan perbandingan luas 1 :9 :90.
  2. tak hanya itu, juga ada petakan pembagi air, yang yaitu bagian yang terdalam. dari petak pembagi, masing-masing petakan terima bagian air buat pengisiannya. setiap petakan kudu mempunyai pintu air sendiri, yang diberi nama pintu petakan, pintu sekunder, atau tokoan. petakan yang berbentuk layaknya saluran disebut juga saluran pembagi air.
  3. tiap-tiap petakan terdiri dari caren serta pelataran.

Pematang/Tanggul
  1. ada dua macam pematang, yaitu pematang utama serta pematang pada.
  2. pematang utama yaitu pematang keliling unit, yang membuat perlindungan unit yang terkait dari efek luar. tingginya 0, 5 m di atas permukaan air pakai sangat tinggi. lebar bagian atasnya kurang lebih 2 m. bagian luar dibikin miring dengan kemiringan 1 :1, 5. tetapi buat bagian pematang bagian di dalam kemiringannya 1 :1.
  3. pematang pada yaitu pematang yang membatasi petakan yang satu dengan yang lain di dalam satu unit.
  4. ukurannya bergantung keadaan setempat, misalnya : tinggi 1-2 m, lebar bagian atas 0, 5-1, 5. sisi-sisinya dibikin miring dengan kemiringan 1 :1. pematang dibikin menggali saluran keliling yang jaraknya dari pematang 1 m. jarak tersebut biasa disebut berm.

Saluran Serta Pintu Air
  1. saluran air kudu cukup lebar serta di dalam, bergantung keadaan setempat, lebarnya berkisar pada 3-10 m serta dalamnya seandainya amat barangkali sejajar dengan permukaan air surut terrendah. sepanjang tepiannya ditanami pohon bakau lantas pelindung.
  2. ada dua macam pintu air, yaitu pintu air utama ( laban ) serta pintu air sekunder ( tokoan/pintu air petakan ).
  3. pintu air bertindak lantas saluran keluar masuknya air dari serta ke di dalam tambak yang terhitung di dalam satu unit.
  4. lebar mulut pintu utama pada 0, 8-1, 2 m, tinggi serta panjang cocok dengan tinggi serta lebar pematang. dasarnya lebih rendah dari basic saluran keliling, serta sejajar dengan basic saluran pemasukan air.
  5. bahan pembuatannya salah satunya : pasangan semen, atau bahan kayu ( kayu besi, kayu jati, kayu kelapa, kayu siwalan, dan sebagainya )
  6. setiap pintu dilengkapi dengan dua deretan papan penutup serta salah satunya diisi tanah yang disebut lemahan.
  7. pintu air dilengkapi dengan saringan, yaitu saringan luar yang menghadap ke saluran air serta saringan di dalam yang menghadap ke petakan tambak. saringan terbuat dari kere bambu, serta buat saringan di dalam dilapisi plastik atau ijuk.

Pelindung :
  1. jadi bahan pelindung pada pemeliharaan udang di tambak, dapat dipasang rumpon yang terbuat dari ranting kayu atau dari daun-daun kelapa kering. pohon peneduh di sepanjang pematang juga dapat dipakai lantas pelindung.
  2. rumpon dipasang dengan jarak 6-15 m di tambak. rumpon bertindak juga buat menghindar hanyutnya kelekap atau lumut, sampai menumpuk pada diantara sudut lantaran tiupan angin.

Pemasangan Kincir :
  1. kincir biasanya dipasang setelah pemeliharaan 1, 5-2 bln., lantaran udang sudah cukup kuat terhadap pengadukan air.
  2. kincir dipasang 3-4 unit/ha. daya kelarutan o2 ke di dalam air dengan pemutaran kincir itu menggapai 75-90%.

Pembibitan
menyiapkan benih ( benur )
benur/benih udang bisa didapat dari area pembenihan ( hatchery ) atau dari alam. di alam ada dua macam golongan benih udang windu ( benur ) menurut ukurannya, yaitu :
  1. benih yang masih halus, yang disebut post larva.ada tep idi tepi-tepi pantai. hidupnya berupa pelagis, yaitu berenang dekat permukaan air. warnanya coklat kemerahan. panjang 9-15 mm. cucuk kepala lurus atau sedikit melengkung layaknya huruf s dengan bentuk keseluruhan layaknya jet. ekornya membentang layaknya kipas.
  2. benih yang sudah besar atau benih kasar yang disebut juvenil. biasanya telah memasuki muara sungai atau terusan. hidupnya berupa benthis, yaitu suka berdiam dekat basic perairan atau kadang-kadang melekat pada benda yang terendam air. sungutnya berbelang-belang selangseling coklat serta putih atau putih serta hijau kebiruan. badannya berwarna biru kehijauan atau kecoklatan sampai kehitaman. pangkal kaki renang berbelang-belang kuning biru.
langkah penangkapan benur :

>>>> benih yang halus ditangkap memakai alat belabar serta seser.
  • belabar yakni rangkaian memanjang dari ikatan-ikatan daun pisang kering, rumput-rumputan, merang, ataupun beberapa bahan yang lain.
  • aktivitas penangkapan ditangani apabila air pakai.
  • belabar dipasang tegak lurus pantai, dikaitkan pada dua buah patok, sampai terayun-ayun di permukaan air pakai.
  • atau hanya diikatkan pada patok di diantara ujungnya, masih ujung yang lain ditarik oleh si penyeser sambil dilingkarkan mendekati ujung yang terikat. setelah lingkaran cukup kecil, penyeseran ditangani di kurang lebih belabar.
>>>> benih kasar ditangkapi dengan alat seser juga dengan langkah selekasnya diseser atau dengan alat bantu rumpon-rumpon yang dibikin dari ranting pohon yang ditancapkan ke basic perairan. penyeseran ditangani di kurang lebih rumpon.

pembenihan dengan alami ditangani dengan langkah mengalirkan air laut ke di dalam tambak. biasanya ditangani oleh petambak tradisional.

benih udang/benur yang didapat dari pembibitan sebaiknya benur yang bermutu baik. adapun sifat serta ciri benur yang bermutu baik yang didapat dari area pembibitan yakni :
a )umur serta ukuran benur kudu seragam.
b ) apabila dikejutkan benur sehat akan melentik.
c ) benur berwarna tidak pucat.
d ) badan benur tidak bengkok serta tidak cacat.

Perlakuan Serta Perawatan Benih

>>>> angkah pemeliharaan dengan sistem kolam terpisah pemeliharaan larva yang baik yakni dengan sistem kolam terpisah, yaitu kolam diatomae, kolam induk, serta kolam larva dipisahkan
  • kolam diatomae
diatomae buat makanan larva udang yang yaitu hasil pemupukan yakni spesies chaetoceros, skeletonema serta tetraselmis di dalam kolam volume 1000-2000 liter.
spesies diatomae yang agak besar diberikan pada larva periode mysis, walau lebih senang zooplankton.

  • kolam induk
kolam yang berukuran 500 liter ini diisi induk udang mempunyai kandungan telur yang diperoleh dari laut/nelayan. telur biasanya keluar pada malam hari. telur yang sudah dibuahi serta sudah menetas lantas nauplius, dipindahkan.
  • kolam larva
kolam larva berukuran 2. 000-80. 000 liter. artemia/zooplankton diambil dari kolam diatomae serta diberikan pada larva udang mysis serta post larva ( pl5-pl6 ).
artemia kering serta udang kering diberikan pada larva periode zoa sampai ( pl6 ). larva periode pl5-pl6 dipindah ke petak buyaran dengan kepadatan 32-1000 ekor/m2, yang setiap kalidiberi makan artemia atau makanan buatan, lalu pl20-pl30 benur dapat dijual atau ditebar ke di dalam tambak.



>>>>> langkah pengipukan/pendederan benur di petak pengipukan

  • petak pendederan benur yaitu sebagian dari petak pembesaran udang ( ± 10% dari luas petak pembesaran ) yang terletak di diantara sudutnya dengan kedalaman 30-50 cm, suhu 26-31derajat serta kandungan garam 5-25 permil
  • petak terbuat dari daun kelapa atau daun nipah, agar benur yang masih lemah terlindung dari terik matahari atau hujan.
  • benih yang baru datang, diaklitimasikan dulu. benih dimasukkan di dalam bak plastik atau bak kayu yang diisi air yang kandungan garam serta suhunya hampir sama saja dengan keadaan selama pengangkutan. lalu dengan berangsur-angsur air tersebut dikeluarkan serta diganti dengan air dari petak pendederan.
  • kepadatan pada petak ini 1000-3000 ekor. pakan yang diperoleh berupa campuran telur ayam rebus serta daging udang atau ikan yang dihaluskan.
  • pakan tambahan berupa pellet udang yang dihaluskan. pemberian pelet ditangani sebanyak 10-20 % kali jumlah berat benih udang /hari serta diberikan pada sore hari. berat benih halus ± 0, 003 gram serta berat benih kasar ± 0, 5-0, 8 g.
  • pellet dapat terbuat dari tepung rebon 40%, dedak halus 20 %, bungkil kelapa 20 %, serta tepung kanji 20%.
  • pakan yang diperlukan : secangkir pakan buat petak pengipukan /pendederan seluas 100 m2 atau buat 100. 000 ekor benur serta diberikan 3-4 kali 1 hari.

>>>>> langkah pengipukan di dalam hapa
  • hapa yakni kotak yang dibikin dari jaring nilon dengan mata jaring 3-5 mm agar benur tidak dapat lolos.
  • hapa dipasang terendam serta tidak menyentuh basic tambak di dalam petak-petak tambak yang pergantian airnya mudah ditangani, dengan langkah mengikatnya pada tiang-tiang yang ditancamkan di basic petak tambak itu. kian lebih satu buah hapa dapat dipasang berderet-deret pada satu petak tambak.
  • ukuran hapa dapat sesuai dengan kehendak, misalnya panjang 4- 6 m, lebar 1-1, 5 m, tinggi 0, 5-1 m.
  • kepadatan benur di dalam hapa 500-1000 ekor/m2.
  • pakan benur dapat berbentuk kelekap atau lumut-lumut dari petakan tambak di sekitarnya. dapat juga diberi pakan buatan berupa pelet udang yang dihancurkan dulu lantas serbuk.
  • lama pemeliharaan benur di dalam ipukan 2-4 minggu, sampai panjangnya 3-5 cm dengan persentase hidup 70-90%.
  • jaring lantas dinding hapa kudu dibersihkan 1 minggu sekali.
  • hapa amat berguna untuk petani tambak, yaitu buat area aklitimasi benur, atau setiap waktu dipergunakan menyimpan ikan atau udang yang dikehendaki agar terus hidup.

>>>>> langkah pengangkutan :

pengangkutan menggunakan kantong plastik :
  • kantong plastik yang berukuran panjang 40 cm, lebar 35 cm, serta tidak tidak tebal 0, 008 mm, diisi air 1/3 bagian serta diisi benih 1000 ekor.
  • kantong plastik diberi zat asam sampai menggelembung serta diikat dengan tali.
  • kantong plastik tersebut dimasukkan di dalam kotak kardus yang diberi styrofore foam lantas penahan panas serta kantong plastik kecil yang diisi pecahan-pecahan es kecil yang jumlahnya 10% dari berat airnya.
  • benih dapat diangkut pada suhu 27-30 derajat c selama 10 jam perjalanan dengan angka kematian 10-20%.

pengangkutan memakai jerigen plastik :
  • jerigen yang digunakan yang berukuran 20 liter.
  • jerigen diisi air 1/2 bagiannya serta sebagian lagi diisi zat asam bertekanan lebih.
  • jumlah benih yang dapat diangkut pada 500-700 ekor/liter. selama 6- 8 jam perjalanan, angka kematiannya kurang lebih 6%.
  • didalam perjalanan jerigen kudu ditidurkan, agar permukaannya lantas luas, sampai benurnya tidak bertumpuk.
  • untuk turunkan suhunya bisa memakai es batu.
>>>>> waktu penebaran benur sebaiknya benur ditebar di tambak pada waktu yang teduh.
readmore »»  

Selasa, 19 Maret 2013

Sistim Supervisi Monitoring dan Evaluasi


Sistim Penyuluhan Perikanan yang merupakan sebuah Upaya dalam proses pembelajaran terhadap Peningkatan kapasitas kemampuan para pelaku utama dan/atau pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan agar Para pelaku utama dapat terorganisir  Maka perlu Pembinaan secara Berkelanjutan, dalam mengembangkan bisnis perikanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka bersama keluarganya  dengan tetap memperhatikan pelestarian fungsi lingkungan hidup. Dalam implementasinya telah ditempuh berbagai kebijakan Yaitu melalui sistim Pembinaan dan salah satunya perlu dilakukan sistim Monitoring supervisi dan Evaluasi.
Monitoring dan evaluasi penumbuhan dan pengembangan kelembagaan pelaku utama perikanan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat Pusat sampai Kecamatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tingkatan. Dalam melaksanakan kegiatan ini dapat sekaligus dilakukan bersamaan dengan supervisi. Pelaksanaan supervisi, monitoring dan evaluasi dilakukan sesuai dengan arah pembinaan dari penumbuhan dan pengembangan kelembagaan pelaku utama perikanan.

A.   Pelaksanaan Supervisi
Supervisi dilaksanakan oleh :
1.    Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan atau Pejabat berwenang yang ditunjuk melakukan supervisi terhadap kegiatan di tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota.
2.    Kepala Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan/Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Pejabat berwenang yang ditunjuk melakukan supervisi terhadap kegiatan di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Desa/Kelurahan.
3.    Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan/ Dinas Lingkup Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota atau Pejabat berwenang yang ditunjuk melakukan supervisi terhadap kegiatan di tingkat kabupaten/kota, kecamatan dan desa/kelurahan.

B.Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi
Monitoring dan evaluasi dilaksanakan oleh :
  1. Pejabat yang ditunjuk pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mempunyai kompetensi dalam bidang penyuluhan kelautan dan perikanan.
  2. Pejabat yang ditunjuk pada Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan/Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi terhadap kegiatan di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Desa/Kelurahan.
  3. Pejabat yang ditunjuk pada badan pelaksana penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan/dinas kelautan dan perikanan Kabupaten/Kota, kecamatan, dan desa/kelurahan.
  4. Waktu dan metode pelaksanaan supervisi, monitoring dan evaluasi dapat dilakukan melalui observasi lapangan, diskusi maupun analisa dokumen/laporan dan dilakukan secara berkala (triwulan, semester, dan tahunan) dan hasilnya disampaikan secara berjenjang.

C.   Pelaporan
Hasil supervisi harus disampaikan dalam bentuk pelaporan yang meliputi pelaksanaan, evaluasi, dan rekomendasi untuk perbaikan.

D.   Aspek-Aspek Monitoring dan Evaluasi
Aspek-aspek dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi meliputi:
1.    Dokumen Proses Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Pelaku Utama Perikanan;
2.    Pola Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Pelaku Utama Perikanan;
3.    Tahapan Kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Pelaku Utama Perikanan;
4.    Stratifikasi Kemampuan dan Klasifikasi Kelembagaan pelaku utama perikanan;
5.    Penilaian dan Pengukuhan Kelas Kelembagaan Pelaku utama perikanan.





readmore »»  

Tahun ini, Tegal akan jadi kota maritim



Sindonews.com - Kota Tegal yang terkenal sebagai Kota Bahari memantapkan sektor kemaritimannya dengan mencanangkan diri dalam sebuah program kerja pemerintahnya, yakni program Tegal Maritim 2013.

Hal itu ditegaskan Wali Kota Tegal Ikmal Jaya. Menurutnya, hal itu ditempuh sebagai wujud pemantapan kembali kemaritiman Tegal yang amat berpotensi menjadi unggulan daerah.

"Kemaritiman kita yang berpotensi akan dikerahkan semuanya pada tahun ini," kata Ikmal dalam kegiatan Pencanangan Program Tegal Maritim, di Tegal, Jumat (15/3/2013).

Di antara potensi itu antara lain sumber daya manusia seperti peluncuran kapal praktik buatan siswa SMKN 3 Tegal. Selanjutntnya akan dibuat pula kapal tangkap ikan oleh siswa.

Tegal Maritim, ujarnya, pemkot akan memprogramkan kesejahteraan nelayan agar bisa lebih baik. "Kami sediakan dua cold storage. Harga yang dijual sesuai harga pasar, sehingga nelayan tidak kebingungan memasarkan hasil tangkapnya," terangnya.

Selain itu pula, lan jutnya, pemkot akan melakukan pelatihan kepada istri nelayan agar bisa mengolah ikan menjadi makanan olahan. Harapannya itu bisa menambah pemasukan keluarga nelayan. Pemkot juga mengklaim akan membantu pemasaran produk olahan ikan dari nelayan agar lebih baik.

"Ini tahunnya nelayan juga, akan kami bantu" pungkasnya.

(rsa)

readmore »»  

Kamis, 07 Maret 2013

Sertifikasi Jamin Ikan Aman Dikonsumsi

Serang (Antara Bali) - Pemerintah Provinsi Banten akan melakukan sertfikasi untuk budi daya ikan air tawar dalam upaya memberikan kepastian bahwa hasil budi daya itu aman dikonsumsi dalam rangka mewujudkan keamanan pangan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten Maesyaroh Mawardi di Serang, pekan lalu, menjelaskan sebanyak 140 kelompok pembudi daya ikan air tawar akan diberi sertikat pada 2013.

"Tahun ini kami akan memberikan sertifikat cara budi daya ikan yang baik (CBIB) pada 140 kelompok pembudi daya ikan yang tersebar di delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten," kata Maesyaroh.

Menurut dia, sertifikat CBIB sebagai upaya tuntutan pasar global akan produk perikanan budi daya, khususnya mengenai keamanan pangan sehingga hasil perikanan budidaya diharapkan aman untuk dikonsumsi sesuai persyaratan pasar.

"Tujuan sertifikasi CBIB adalah memberikan jaminan kepada unit usaha budidaya agar memenuhi persyaratan," kata Maesyaroh.

Penerbitan sertifikasi CBIB mengacu Peraturan Pemerintah No.28 tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan, pembudidaya ikan perlu menerapkan CBIB. Kemudian diatur dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. KEP.02/Men/2007 tentang CBIB.



Sumber: CEK DIMARI
readmore »»  

Kaltim Targetkan Ekspor Ikan Naik

07/03/2013 

BALIKPAPAN-Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan angka ekspor hasil perikanan tahun ini bisa mencapai 17.000 ton atau meningkat 24% dari ekspor 2012 yang mencapai 12.800 ton.
Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy mengatakan target tersebut merupakan capaian pada 2011. Dia mengakui ada penurunan pada komoditas perikanan tangkap pada 2012 karena peralatan yang digunakan oleh nelayan belum memadai. Selain itu, hasil perikanan Kaltim juga diambil oleh nelayan daerah lain yang kekurangan pasokan untuk konsumsi.
"Karena kapal nelayan Kaltim lebih kecil maka produksi ikan tangkap yang dijadikan komoditas ekspor juga terbatas,"ujarnya usai membuka Rapat Kerja Teknis Perikanan dan Kelautan, Rabu (6/3) malam.
Farid mencontohkan kebutuhan ikan di Jawa Timur yang hanya mampu dipenuhi 30% dari tangkapan diperairan lokal.Akibatnya, sisa pemenuhan kebutuhan produksi tersebut harus mencari di daerah lain termasuk Kaltim.
Hal ini tidak bisa dianggap melanggar karena masih masuk dalam batas negara. Untuk itu Pemerintah perlu menguatkan kapasitas petani melalui pembaruan peralatan tangkap ikan agar hasil tangkapan bisa membaik.
"Kami memberi bantuan kapal kepada kelompok nelayan 30 GT untuk menggantikan kapal yang sebelumnya hanya 5 GT," tukasnya.
Mengenai adanya isu peralihan nelayan menjadi pekerja sektor lain, Farid mengaku belum mengidentifikasi secra detail. Namun, alasan tersebut menjadi persoalan lain yang bisa dilakukan melalui program peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemanfaatan lahan bekas tambang sebagai areal tambak juga bisa dilanjutkan untuk dapat memacu pertumbuhan budi daya perikanana. Tahun lalu, kendati angka ekspor perikanan tangkap menurun, produksi ikan meningkat seiring dengan peningkatan di sektor budi daya perikanan.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Iwan Mulyana mengatakan produksi perikanan mengalami peningkatan sebesar 19,7% pada 2012 dengan kontribusi rumput laut yang meningkat pesat sebesar 130%. Selain itu, konsumsi ikan di Kaltim juga mengalami peningkatan menjadi 58,3 kilogram per kapita per tahun.
"Ini lebih tinggi dari target nasional yang hanya sebesar 32,97 kilogram per kapita pertahun," katanya.
 
Iwan menyebutkan kontribusi sektor perikanan terhadap pendapatan dosmestik regional bruto (PDRB) 2011 baru mencapai 1,78%. Namun, angka ini menjadi yang tertinggi apabila dibandingkan dengan sektor pertanian, perkebunan, dan hortikultura.
Nantinya, sektor perikanan diproyeksikan sebagai salah satu pengganti sektor usaha lain yang berkembang seperti kehutanan dan kemungkinan pertambangan. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim Fauzi Bahtar mengatakan sektor perikanan memang sudah selayaknya untuk dilirik guna menggantikan pertambanagn yang tidak bersifat dapat diperbarui. (Rachmad Subiyanto)

sumber : CEK DIMARI
readmore »»  

Tumis ikan asin pedas


Ikan asin, walau rasanya asin namun banyak orang yang menyukainya. Ikan asin biasa dimasak hanya dengan digoreng. Tapi bagi sahabat bloger penyuka pedas, resep berikut bisa menjadi pilihan yaitu Resep tumis ikan asin pedas. 





Berikut cara pembuatannya:

Bahan-bahan:
1.     250 gram ikan asin, potong ukuran 2 cm x 2 cm
2.     3 buah cabai merah, iris tipis menyerong
3.     4 buah bawang merah, iris tipis
4.     1 buah jeruk nipis, ambil airnya
5.     3 sendok makan minyak
Proses Pembuatannya :

1.     Siram ikan asin jambal/gabus dengan air mendidih, biarkan hingga dingin, lalu cuci, tiriskan.
2.     Panaskan minyak yang banyak di atas api sedang, lalu masukkan ikan asin tadi, goreng hingga matang, angkat, tiriskan.
3.     Panaskan minyak menurut resep, lalu masukkan bawang merah, tumis hingga harum.
4.     Tambahkan cabai merah, aduk rata, tumis hingga layu, kecilkan api, lalu masukkan ikan asin yang sudah digoreng dan air jeruk nipis, aduk rata, angkat, kemudian  sajikan.



readmore »»