Sabtu, 01 September 2012

MEMBUAT NUGGET IKAN


Nugget ikan adalah olahan daging ikan lumat ditambah sedikit tepung tapioka dan bumbu-bumbu, kemudian dicelupkan ke dalam adonan (batter), dilumuri tepung roti (bread crumb), lalu digoreng.
Berbagai jenis ikan yang dagingnya berwarna putih dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan nugget. Selain daging ikan utuh, bahan baku dapat berasal dari fillet ikan atau daging ikan lumat 
(minced fish atau surimi).

BAHAN DAN ALAT
Bahan A:

Daging ikan lumat 1 kg
Garam 2 % ( 20 gr )
Mentega 2 % ( 20 gr )
Telur 1 butir
Tepung tapioka 20 % ( 200 gr )
Air es 6 % ( 50 cc )
Gula 1% ( 10 gr )
Merica halus 0,25 % ( 2,5 gr )
Wortel 100 g
Daun kucai 50 g
Bawang merah 30 gr
Bawang putih 20 gr
Jahe 10 gr = 1 ruas ( ± 3 cm )

Bahan B (batter mix):

Tepung terigu 30 % ( 300 gr )
Tepung maizena 15 % ( 150 gr )
Garam 3 % ( 30 gr )
Baking powder 0,5 % ( 5 gr )
Air secukupnya


Bahan Lain:

Tepung roti (bread crumb)
½ kg untuk tiap 1 kg daging
Minyak goreng 2 kg

Alat :

Pisau
Talenan
Cetakan nugget
Penggiling daging (bila bahan belum dilumatkan)
Waskom untuk membuat adonan
Timbangan
Trays dan kantung plastik pengemas
Wajan penggoreng lengkap
Kompor

LANGKAH KERJA


  1. Wortel dikupas, dicuci dan dipotong bentuk dadu kecil-kecil; daun kucai dicuci lalu dipotong halus (½ cm)
  2. Daging ikan digiling hingga lumat, kemudian dimasukkan ke dalam waskom.
  3. Pertama kali ditambahkan garam sambil diremas-remas hingga terbentuk adonan yang lengket.
  4. Ditambahkan tepung tapioka, tepung terigu, air es dan bahan A lainnya sambil terus diaduk hingga benar-benar menjadi adonan yang homogen. Pengadukan dilakukan selama 15 menit.
  5. Adonan dibentuk dengan ukuran ± 4x3x1 cm, atau menggunakan cetakan yang dapat dibuat dari formika.
  6. Adonan yang sudah dibentuk dicelupkan ke dalam adonan bahan B (batter mix), kemudian dilumuri dengan tepung roti (bread crumb).
  7. Nugget ikan dapat langsung digoreng dan disajikan hangat-hangat bersama sambal dan saos tomat.
  8. Nugget yang tidak segera dikonsumsi dikemas dalam trays plastik dan dapat disimpan di dalam freezer dalam keadaan mentah atau telah digoreng setengah masak. 





 Sumber : Data Pribadi..hehe








readmore »»  

MEMBUAT KAKI NAGA


Kaki naga merupakan salah satu produk olahan yang dibuat dari daging ikan lumat, dicampur tepung dan bumbu-bumbu, dibentuk bulat telur, diberi pegangan tongkat kecil dari kayu atau bambu (stick), dan digoreng untuk dihidangkan.



BAHAN DAN ALAT

Bahan:
1 kg daging ikan 
20 g garam
10 g gula
2 g merica
20 g bawang putih
30 g bawang merah
10 g jahe
150 g tepung tapioka
1 sdm mentega
1 btr telur
50 cc air es

Alat :
Penggiling daging
Pisau
Talenan
Waskom, wadah adonan
Panci perebus
Stick (dapat dibuat dari sumpit bambu dipotong menjadi 3 atau 4, atau stick untuk es krim)

Bahan lain:
Tepung berbumbu (tempura mix)
Minyak goreng

LANGKAH KERJA


1. Daging ikan digiling sampai halus, dimasukkan ke dalam waskom.
2. Ditambahkan garam, diuleni sampai menjadi adonan yang lengket.
3. Ditambahkan bumbu-bumbu, diuleni sampai merata.
4. Tepung tapioka dan tepung terigu dicampur, kemudian dimasukkan ke dalam adonan sedikit demi sedikit sambil ditambah air es.
5. Adonan dibentuk menjadi bulat telur, ditusuk dengan stick, kemudian direbus sampai matang.
6. Kaki naga diangkat dan ditiriskan,
7. Tempura mix dibuat adonan yang kental dengan menambah sedikit air es.
8. Kaki naga dicelupkan ke dalam adonan tempura mix (tepung berbumbu), kemudian digulingkan pada tepung roti (bread crumb) kering, dan ditekantekan agar tepung roti melekat kuat sehingga tidak mudah lepas pada saat digoreng.
9. Kaki naga dikemas dalam trays plastik, dan disimpan di dalam freezer; atau dapat langsung digoreng dan disajikan hangat-hangat dengan sambal dan saos tomat.








 







readmore »»  

Rabu, 29 Agustus 2012

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.02/MEN/2011

PERATURAN
MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR PER.02/MEN/2011

TENTANG

JALUR PENANGKAPAN IKAN DAN PENEMPATAN ALAT PENANGKAPAN IKAN
DAN ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN DI WILAYAH PENGELOLAAN
PERIKANAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

readmore »»  

Senin, 02 Juli 2012

PEMBUATAN PAKAN BUATAN


TEKNOLOGI TEPAT GUNA

Pendahuluan
Ikan dapat tumbuh optimal jika memperoleh makan yang cukup dan bergizi seimbang. Ketersediaan yang cukup, tepat waktu dan bernilai gizi baik merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam kegiatan usaha budidaya ikan. Sumber pakan bagi ikan budidaya berasal dari pakan nabati dan pakan buatan.
Jumlah pakan alami dalam kolam sangat terbatas terutama pada kegiatan budidaya secara semi intensif  atau intensif, maka agar tercapai laju pertumbuhan yang baik, maka perlu iberikan pakan buatan sesuai dengan kebutuhan ikan. Jika laju pertumbuhan ikan baik, maka waktu pemeliharaan menjadi lebih singkat, sehingga produktifitas kolam meningkat karena waktu pemeliharaan yang lebih singkat.
Permasalahan yang sering  muncul adalah pengadaan pakan buatan ini memeerlukan biaya yang sangat besar(mencapai 60 – 70 %) dari total biaya produksi.salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk menekan biaya produks tersebut adalah dengan membuat pakan sendiri, melalui teknik yang sederhana dengan memanfaatkan limbah hasil industri pertanian yang harganya relatif murah. Salah satu ciri pelet yang biasa mengapung guna memberikan kesempatan pada ikan untuk memakannya.

ALUR PROSES PEMBUATAN PAKAN IKAN

A.      Pemilihan bahan baku
-          Bergizi tinggi
-          Mudah di dapat
-          Harga relatif murah
-          Tidak mengandung racun
-          Bukan merupakan makan pokok manusia
-          Salah stau contohnya adalah kedelai,dedak dll.

B.      Penepungan
Bahan pakan yang telah kering, dihaluskan / digiling sampai menjadi partikel ukurannya lebih halus. Bisa juga menggunakan alat pengayak dan penepung

C.      Menyusun Formulasi Bahan
1.       Formulasi bahan pakan untuk bandeng
Nilai kadar protein 25%
No
Bahan
Kadar
1
Tepung ikan
17,5%
2
Single cell protein
25%
3
Tepung kedelai
12,5%
4
Tumpi jagung
18%
5
Dedak halus
27%
6
Minyak ikan
0,3%
7
Vitamin
0,1%
8
Mineral
0,1%
9
Soda kue
0,1%
10
Tepung tapioka
2,5%

2.       Formulasi bahan untuk pakan lele
Nilai kadar protein 30%
No
Bahan
Kadar
1
Tepung ikan
30%
2
Tepung kedelai
15%
3
Tumpi jagung
10%
4
Dedak halus
15%
5
Bungkil jagung
30%
6
Minyak ikan
0,3%
7
Vitamin
0,1%
8
Mineral
0,1%
9
Soda kue
0,1%
10
Tepung tapioka
2,5%

3.       Formulasi bahan untuk pakan udang
Nilai kadar protein 35%
No
Bahan
Kadar
1
Tepung ikan
17,5%
2
Single cell protein
25%
3
Tepung kedelai
12,5%
4
Tumpi jagung
18%
5
Dedak halus
27%
6
Minyak ikan
0,3%
7
Vitamin
0,1%
8
Mineral
0,1%
9
Soda kue
0,1%
10
Tepung tapioka
2,5%

nb : bagi para blogers yg masih bingung dlm menentukan / menghitung formulasi pakan
      silahkan untuk  KLIK DISINI
D.      Penimbangan 
Semua bahan ditimbang disesuaikan dengan prosentase masing – masing bahan dalam hitungan formulasi, selanjutnya dikalikan jumlah pakan yang dikehendaki.
Contoh = tepung tapioka = 17,5% x 4kg =..........
                = tepung kedelai = 25% x 4 kg =..........

E.       Pencampuran Bahan
Semua bahan kering dalam bentuk tepung di campur mulai dari bahan yang jumlah sedikit dengan jumlah bahan yang jumlahnya banyak. Tambahkan air sedikit demki sedikit sampai adonan menjadi setengah basah. Biarkan adonan minimal 1 jam untuk selanjutnya adonan dikukus selama ± 15 menit. Vitamin dan mineral selanjutnya dicampur setelah adonan dikukus dan dingin penambahan aroma untuk merangsang nafsu makan ikan / udang perlu dilakukan menggunakan atraktan yang berupa minyak ikan, terasi atau silase ikan

F.       Pencetakan 

Pencetakan pakan bisa menggunakan alat sederhana yakni gilingan daging. Pencetakan pakan dalam jumlah yang besar bisa menggunakan mesin pelet. Ukuran pakan ikan bisa diatur sesuai dengan bukaan mulut..misalnya bukaan mulut ikan lele / udang 2mm atau 3 mm.

G.     Pengeringan
Pakan yang telah dicetak kemudian dikeringkan dengan cara diangin – anginkan atau dijemur dibawah sinar matahari.  Selain itu Pengeringan dapat dilakukan dengan menggunakann oven

H.     Pengepakan dan dan penyimpanan
Setelah pakan benar – benar kering selanjutnya dimasukkan dalam kantong plastik (karung). Simpanlah pakan ditempat kering atau sejuk dan berventilasi. Letakkan karung pakan diatas rak kayu / fallet. Hindari penyimpanan langsung dari atas lantai dan hindari pula dari sinar matahari secara langsung.
Perlu diingat bahwa sebaiknya penyimpanan pakan tidak dianjurkan lebih dari 3 bulan.

SUMBER : KLIK DISINI

readmore »»