NOMOR 2/PERMEN-KP/2015 TENTANG LARANGAN PENGGUNAAN ALAT PENANGKAPAN IKAN PUKAT HELA (TRAWLS) DAN PUKAT TARIK (SEINE NETS) DI WILAYAH PENGELOLAAN PERIKANAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
readmore »»
Selasa, 17 Februari 2015
Kamis, 29 Januari 2015
PENGAWETAN IKAN SECARA TRADISIONAL
Pengawetan
ikan tradisional di Indonesia meliputi pengasinan,
pemindangan, pembuatan peda, terasi, petis, dan lain-lainnya,Ikan asin adalah
bahan makanan yang terbuat dari daging ikan yang diawetkan dengan menambahkan
banyak garam. Dengan metode pengawetan ini daging ikan yang biasanya membusuk
dalam waktu singkat dapat disimpan di suhu kamar untuk jangka waktu
berbulan-bulan, walaupun biasanya harus ditutup rapat
Proses pembuatan ikan asin
Beraneka
jenis ikan yang biasa diasinkan, baik ikan darat maupun ikan laut. Ikan-ikan
ini dikumpulkan dalam suatu wadah dan lalu ditaburi atau direndam dalam larutan
garam pekat. Ikan-ikan yang besar biasanya dibelah atau dipotong-potong
lebih dulu agar garam mudah meresap ke dalam daging.
Karena
perbedaan kepekatan dan tekanan osmosis, kristal-kristal garam akan menarik
cairan sel dalam daging ikan keluar dari tubuhnya. Sementara itu partikel garam
meresap masuk ke dalam daging ikan. Proses ini berlangsung hingga tercapai
keseimbangan konsentrasi garam di luar dan di dalam daging.
Konsentrasi
garam yang tinggi dan menyusutnya cairan sel akan menghentikan proses autolisis
dan menghambat pertumbuhan bakteri dalam daging ikan.
Setelah itu, ikan-ikan
ini dijemur, direbus atau difermentasi untuk meningkatkan keawetannya
Faktor-faktor yang
mempengaruhi ikan asin
Kecepatan
penetrasi garam ke dalam tubuh ikan dipengaruhi oleh beberapa hal. Di
antaranya:
Konsentrasi
garam Semakin tinggi konsentrasi garam yang digunakan, semakin cepat proses
masuknya garam ke dalam daging ikan. Akan lebih baik apabila digunakan garam
kristal untuk mengasinkan.
Jenis
garam Garam dapur murni (NaCl 95%) lebih mudah diserap dan menghasilkan ikan
asin dengan kualitas yang lebih baik. Garam rakyat mengandung unsur-unsur lain
(Mg, Ca, senyawa sulfat), kotoran, bakteri dan lain-lain yang dapat menghambat
penetrasi garam dan merusak rasa ikan.
Ketebalan
daging ikan Semakin tebal daging ikan, proses pengasinan akan membutuhkan waktu yang semakin lama dan garam
yang lebih banyak. Sehingga ikan-ikan besar biasanya dibelah-belah, dikeping
atau diiris tipis sebelum diasinkan.
Kadar
lemak dalam daging Kadar lemak yang tinggi (di atas 2%) akan memperlambat
penetrasi garam ke dalam daging ikan. Kesegaran daging ikan
Ikan
yang kurang segar memiliki daging yang lebih lunak dan cairan tubuh yang mudah
keluar, sehingga proses pengasinan bisa lebih cepat. Namun juga garam yang
masuk dapat terlalu banyak sehingga ikan menjadi terlalu asin dan kaku.
Suhu
daging ikan Semakin tinggi suhu daging ikan, semakin cepat garam masuk ke dalam
tubuh ikan.
Manfaat Rasa Asin Bagi
Kesehatan
LAUT
merupakan salah satu karunia Tuhan yang tak terkira dan menakjubkan. Banyak
sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan di dalamnya, seperti ikan, rumput
laut, bahan tambang serta senyawa kimia dan obat yang dapat diekplorasi dari
laut, dan salah satunya adalah garam.
Garam
merupakan senyawa kimia yang sejak lama mewarnai kehidupan manusia. Tanpa
garam, makanan akan terasa hambar. Tanpa garam tak pernah ada yang namanya
ikan asin. Bahkan sekarang dipercaya metabolisme dalam tubuh manusia
dipengaruhi keseimbangan kadar garam dalam tubuh. Ringkasnya garam merupakan
kebutuhan esensial dalam kehidupan manusia dari masa ke masa.
Garam adalah istilah
umum bagi senyawa kimia bernama Natrium Klorida (NaCl). Penggunaannya
diperkirakan telah berlangsung sejak 4.700 tahun yang lalu. Sekarang, senyawa
kimia ini diproduksi secara besar-besaran dari penguapan air laut, walaupun di
beberapa negara lain seperti Australia dan USA garam yang diproduksi lebih
banyak bersumber dari penambangan garam
Total
produksi garam di dunia pada tahun 2000 lebih dari 180 juta ton/tahun. Tercatat
tiga besar negara produsen garam terbesar dengan kapasitas produksinya
berturut-turut adalah AS (42 juta ton), Cina (31 juta ton) dan Kanada (16 juta
ton). Sementara Indonesia dengan luas lahan pergaraman sekira 25.000 - 30.000
hektar yang dikelola petani garam dan PT Garam dalam cuaca normal mampu
memproduksi garam grade konsumsi sekira 1,8 - 2,0 juta ton/tahun. Pada saat
terjadinya curah hujan yang sangat tinggi pada tahun 2000, hanya mampu
memproduksi 300.000 ton, sehingga sebagian besar harus dipenuhi dari produk
impor. Sedangkan kebutuhan garam industri sekira 1,3 - 1,5 juta ton, di mana
hampir seluruh kebutuhan masih dipenuhi produk impor.
Menurut
penggunaannya, garam dapat digolongkan menjadi garam pro analisa (p.a) yaitu
garam untuk reagent (tester) pengujian dan analisis di laboratorium, lalu garam
farmasetis untuk keperluan di industri farmasi, garam industri untuk bahan baku
industri kimia dan pengeboran minyak, garam konsumsi untuk keperluan garam
konsumsi, dan industri makanan, kemudian garam pengawetan untuk keperluan
pengawetan ikan.
Penggolongan garam
tersebut juga menunjukkan kualitas garam yang digunakan. Sebagai gambaran,
untuk garam p.a dan garam farmasi, memunyai kandungan NaCl > 99%, sedangkan
untuk garam konsumsi memunyai kandungan NaCl > 94 % dan garam untuk
pengawetan memiliki kandungan NaCl > 90 %.Semakin besar kandungan NaCl, akan
semakin kompleks dan rumit proses produksi dan pemurniannya, serta akan semakin
meningkat nilai ekonominya.
Kegunaan
bagi kesehatan
Garam
ternyata bukan hanya untuk dikonsumsi dan menggarami ikan asin. Sejak beberapa
ratus tahun yang lalu garam merupakan bahan yang dapat digunakan untuk
keperluan kesehatan dan penggunaannya semakin penting di era modern ini.
Beberapa penggunaan garam bagi kesehatan adalah + Minuman kesehatan.
Produk
minuman kesehatan terutama dirancang sebagai produk minuman untuk mengembalikan
kesegaran tubuh dan mengganti mineral-mineral yang keluar bersama keringat dari
tubuh selama proses metabolisme atau aktivitas olah raga yang berat. Umumnya
produk-produk minuman kesehatan selain mengandung pemanis dan zat aktif, juga
mengandung mineral-mineral dalam bentuk ion seperti ion natrium (Na+), kalium
(K+), magnesium (Mg++), kalsium (Ca++), karbonat - bikarbonat (CO3 2- dan HCO3
2-), dan klorida (Cl-).
Sumber
utama untuk ion natrium dan klorida selain kristal garam juga larutan garam
pekat. Laut Mati di Timur Tengah merupakan sumber larutan garam pekat,
sedangkan di Indonesia akan mulai dikembangkan PT Garam dengan bahan baku
bittern yaitu larutan sisa penguapan dalam produksi garam konsumsi dan garam
high grade.
+
Garam mandi.
Dalam
buku Harry's Cosmeticology, garam mandi didefinisikan sebagai bahan aditif
(tambahan) untuk keperluan mandi yang terdiri dari campuran garam NaCl dengan
bahan kimia anorganik lain yang mudah larut, kemudian diberi bahan pewangi
(essentials oil), pewarna, dan mungkin juga senyawa enzim.
Garam
mandi ini dirancang untuk menimbulkan keharuman, efek pewarnaan air, kebugaran,
kesehatan dan juga menurunkan kesadahan air.
Komponen
utama garam mandi adalah garam NaCl yaitu sekira 90% - 95%. Berdasarkan
definisi di atas, maka jenis garam mandi dapat dibagi berdasarkan komposisi
bahan penyusunnya yaitu hanya mengandung garam NaCl dan garam anorganik,
mengandung garam NaCl dan garam anorganik plus essentials oils, mengandung
garam NaCl, garam anorganik, essentials oil dan pewarna, atau mengandung garam
NaCl, garam anorganik, essentials oil, pewarna dan enzim.
Kegunaan
garam mandi secara umum sangatlah beraneka ragam, di antaranya adalah untuk
membersihkan tubuh saat berendam, menumbuhkan suasana relaks, menurunkan rasa
stres, dan sebagai sarana refreshing. Suasana relaks terutama akibat adanya
campuran pewangi yang dipercaya dapat memengaruhi emosi serta suasana hati
secara signifikan.
Sedangkan
fungsi khusus di bidang kesehatan terutama karena adanya garam NaCl adalah
untuk melenturkan otot yang tegang, mengurangi rasa nyeri pada otot yang sakit,
menurunkan gejala inflamasi (peradangan), serta menyembuhkan infeksi.
Untuk
fungsi kecantikan, garam mandi antara lain dapat membantu menghaluskan kulit
(cleansing), memacu pertumbuhan sel kulit sekaligus meremajakannya
(rejuvenating).
Garam
mandi sekarang banyak digunakan di spa dan pusat pengobatan dengan sistem
aromaterapi karena adanya kandungan essentials oils.
+ Garam konsumsi.
+ Garam konsumsi.
Garam
dapur merupakan media yang telah lama digunakan untuk pemberantasan Gangguan
Akibat Kekurangan Iodium (GAKI), yaitu dengan proses fortifikasi (penambahan)
garam menggunakan garam iodida atau iodat seperti KIO3, KI, NaI, dan lainnya.
Pemilihan garam sebagai media iodisasi didasarkan data, garam merupakan bumbu
dapur yang pasti digunakan di rumah tangga, serta banyak digunakan untuk bahan
tambahan dalam industri pangan, sehingga diharapkan keberhasilan program GAKI
akan tinggi.
Selain
itu, didukung sifat kelarutan garam yang mudah larut dalam air, yaitu sekira 24
gram/100 mL.
Jenis
garam lain yang kurang populer penggunaannya di Indonesia dalah Salt low sodium
(garam rendah natrium) merupakan garam dengan kandungan NaCl yang lebih rendah
daripada garam konsumsi biasa. Garam ini memunyai komposisi terdiri dari campuran
NaCl, MgCl2, dan KCl dengan perbandingan tertentu. Penggunaan garam rendah
natrium terutama ditujukan untuk penderita tekanan darah tinggi yang tidak
diperbolehkan mengonsumsi garam dapur biasa.
+
Oralit.
Oralit
merupakan produk kesehatan yang dikonsumsi saat mengalami diare. Kandungan
oralit yang utama adalah campuran antara NaCl dengan gula (glukosa atau
sukrosa). Fungsi oralit yang utama adalah menjaga keseimbangan jumlah cairan
dan mineral dalam tubuh. Oralit merupakan satu-satunya obat yang dianjurkan
untuk mengatasi diare yang menyebabkan banyak kehilangan cairan tubuh. Oralit
tidak menghentikan diare, tetapi mengganti cairan tubuh yang hilang bersama
tinja. Dengan mengganti cairan tubuh tersebut, terjadinya dehidrasi dapat
dihindarkan.
Sebagai
contoh komposisi Oralit 200 antara lain mengandung : glukosa anhidrat 4,0 gram,
natrium klorida 0,70 gram, natrium sitrat dihidrat 0,58 gram , kalium klorida
0,30 gram. Sedangkan dalam keadaan darurat, kita bisa membuat air minum yang
diberi campuran gula putih (sukrosa) dengan garam dapur.
Kombinasi
gula dan garam dapat diserap baik oleh usus penderita diare, karena ion natrium
merupakan ion yang berfungsi allosterik (berhubungan dengan penghambatan enzim
karena bergabung dengan molekul lain). Sleain itu, garam mampu meningkatkan
pengangkutan dan meninggikan daya absorbsi gula melalui membran sel. Gula dalam
larutan NaCl (garam dapur) juga berkhasiat meningkatkan penyerapan air pada
dinding usus secara kuat (sekira 25 kali lebih banyak dari biasanya), sehingga
proses dehidrasi tubuh dapat dikurangi/diatasi.
+
Cairan infus.
Dikenal beberapa jenis cairan infus yaitu
cairan infus glukosa 5%, cairan infus NaCl 0,9 % + KCl 0,3% atau KCl 0,6%,
cairan infus natrium karbonat dan cairan infus natrium laktat
Cairan
infus NaCl adalah campuran aquabidest dan garam grade farmasetis yang berguna
untuk memasok nutrisi dan mineral bagi pasen yang dirawat di rumah sakit.
+
Sabun dan sampo.
Sabun
dan sampo merupakan bahan kosmetik yang digunakan untuk keperluan mandi dan
mencuci rambut. Dan garam NaCl merupakan satu bahan kimia di antara beberapa
komposisi bahan dalam pembuatan sabun dan sampo.
+
Cairan dialisat.
Cairan
dialisat merupakan cairan yang pekat dengan bahan utama elektrolit (antara lain
garam NaCl) dan glukosa grade farmasi yang membantu dalam proses cuci darah
bagi penderita gagal ginjal. Seperti diketahui pasen gagal ginjal diharuskan
mengganti darah atau proses cuci darah dalam periode tertentu.
Dalam
proses pencucian darah tersebut darah yang akan 'dibersihkan' akan dilewatkan
pada suatu alat membran (hemodialisis) dalam media cairan dialisat. Dalam
dialiser ini darah dibersihkan, 'sampah-sampah' metabolisme secara kontinyu
menembus membran dan menyeberang ke kompartemen dialisat
Manfaat makan ikan
bagi kesehatan
telah diakui bahwa ikan merupakan
salah satu hewan yang memiliki kandungan protein yang sangat tinggi dan sangat
bermanfaat bagi tubuh manusia
PENGAWETAN IKAN MENGGUNAKAN COLD STORAGE
Ikan
merupakan makanan yang mudah mengalami pembusukan. Apalagi di daerah tropis
seperti Indonesia yang bersuhu relatif tinggi.Akan tetapi, umur penyimpanan
ikan dapat diperpanjang dengan penurunan suhu. Bahkan ikan yang dibekukan
dapat disimpan sampai beberapa bulan, sampai saat dibutuhkan ikan dapat
dilelehkan dan diolah lebih lanjut oleh konsumen. Rantai aliran makanan beku
atau rantai dingin (cold chain) umumnya terdiri dari : pembekuan, penyimpanan
dalam gudang dingin, diangkut dengan mobil berpendingin (refrigerated truck),
dipamerkan dalam lemari dingin di toko makanan, akhirnya disimpan di dalam
freezer lemari es di rumah.
Pembekuan
ikan berarti menyiapkan ikan untuk disimpan di dalam suhu rendah cold storage.
Seperti pendinginan, pembekuan dimaksudkan untuk mengawetkan sifat-sifat alami
ikan. Pembekuan menggunakan suhu yang lebih rendah, yaitu jauh di bawah titik
beku ikan. Pembekuan mengubah hampir seluruh kandungan air pada ikan menjadi
es, tetapi pada waktu ikan beku dilelehkan kembali untuk digunakan, keadaan
ikan harus kembali seperti sebelum dibekukan. Ikan-ikan yang dibekukan untuk
dikonsumsi mentah (sashimi) mutlak memerlukan terpeliharanya sifat-sifat ikan
segar yang dibekukan, agar ketika dilelehkan tidak dapat dibedakan dari ikan
segar.
PROSES PEMBEKUAN
Tubuh
ikan sebagian besar (60-80%) terdiri atas cairan yang terdapat di dalam sel,
jaringan, dan ruangan-ruangan antar sel Sebagian besar dari cairan itu (+67%)
berupa free water dan selebihnya (+5%) berupa bound water. Bound water adalah
air yang terikat kuat secara kimia dengan substansi lain dari tubuh ikan.
Pembekuan
berarti mengubah kandungan cairan tersebut menjadi es. Ikan mulai membeku pada
suhu antara -0,60C sampai -20C, atau rata-rata pada -10C. Free water membeku
terlebih dahulu kemudian disusul oleh bound water.
Proses tersebut terbagi atas 3 tahapan yaitu:
Proses tersebut terbagi atas 3 tahapan yaitu:
1. Tahap
pertama suhu menurun dengan cepat sampai 00C yaitu titik beku air.
2. Tahap
kedua suhu turun perlahan-lahan untuk merubah air menjad kristal-kristal es.
Tahap ini sering disebut periode ”thermal arrest”.
3. Tahap
ketiga suhu kembali turun dengan cepat ketika kira-kira 55% air telah menjadi
es. Pada tahap ini sebagian besar atau hampir seluruh air membeku.
Berdasarkan
panjang pendeknya waktu thermal arrest ini pembekuan dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Pembekuan
lambat (slow freezing), yaitu bila thermal arrest time lebih dari 2 jam.
2. Pembekuan
cepat (quick freezing), yaitu pembekuan dengan thermal arrest time tidak lebih
dari 2 jam. Kristal-kristal es yang terbentuk selama pembekuan dapat
berbeda-beda ukurannya tergantung pada kecepatan pembekuan. Pembekuan cepat
menghasilkan kristal-kristal yang kecil-kecil di dalam jaringan daging ikan.
Jika dicairkan kembali, kristal-kristal yang mencair diserap kembali oleh
daging dan hanya sejumlah kecil yang lolos keluar sebagai drip.
Sebaliknya
pembekuan lambat menghasilkan kristal-kristal yang besar-besar. Kristal es ini
mendesak dan merusak susunan jaringan daging. Tekstur daging ketika ikan
dicairkan menjadi kurang baik, berongga, keropos dan banyak sekali drip yang
terbentuk. Ikan yang dibekukan dengan lambat tidak dapat digunakan sebagai
bahan bagi pengolahan-pengolahan tertentu misalnya pengalengan, pengasapan, dan
sebagainya. Atas pertimbangan-pertimbangan diatas, maka disamping untuk menyingkat
waktu dan menghasilkan output yang tinggi maka ikan mutlak dibekukan dengan
cepat.
Kecepatan
Pembekuan Belum ada definisi tentang pembekuan cepat yang dapat diterima semua
pihak. Beberapa pendapat dikemukakan dengan alasan sendiri-sendiri. Sangat langka
orang yang dapat membedakan ikan segar dengan ikan yang dibekukan antara 1 jam
dan 8 jam. Tetapi jika lebih dari 12 jam, perbedaannya jadi nyata. Pembekuan
yang memakan waktu 24 jam atau lebih yang dilakukan dengan freezer yang
dirancang atau dioperasikan dengan buruk pasti akan menghasilkan ikan beku
dengan kualitas rendah. Pembekuan yang berkepanjangan, misalnya pembekuan yang
dilakukan dengan menimbun ikan di cold storage, dapat menyebabkan ikan membusuk
oleh kegiatan bakteri sebelum bagian tengah tumpukan ikan mencapai suhu yang
rendah.
Inggris
menentukan batas waktu tidak lebih daripada dua jam untuk melewati daerah
kritis sebagai pembekuan cepat, sedangkan Jepang memberikan kriteria kurang
dari 30 menit untuk melewati daerah kritis sebagai pembekuan cepat, sementara
Amerika Serikat menggunakan waktu 70-100 menit untuk membedakan pembekuan cepat
dan lambat. Inggris menentukan batas waktu tidak lebih daripada dua jam untuk
melewati daerah kritis sebagai pembekuan cepat, sedangkan Jepang memberikan kriteria
kurang dari 30 menit untuk melewati daerah kritis sebagai pembekuan cepat,
sementara Amerika Serikat menggunakan waktu 70-100 menit untuk membedakan
pembekuan cepat dan lambat.
Definisi
yang lebih banyak diterima tidak menyebutkan lama pembekuan atau kecepatan
pembekuan, tetapi semata-mata menyebutkan bahwa ikan harus dibekukan secepatnya
dan diturunkan suhunya didalam freezer hingga mencapai suhu penyimpanan
ALAT
PEMBEKU IKAN COLD STORAGE
Ikan
yang telah dibekukan perlu disimpan dalam kondisi yang sesuai untuk
mempertahankan kualitasnya. Biasanya ikan beku disimpan dalam cold storage,
yaitu sebuah ruangan penyimpanan yang dingin.Penyimpanan ini merupakan tahap
yang pokok dari cara pengawetan dan pembekuan. Suhu yang biasanya
direkomendasikan untuk cold storage umumnya -300C hingga -600 C, tergantung
pada kebutuhan. Pada suhu ini perubahan dan denaturasi protein dapat
diminimalisasikan, selain itu aktivitas bakteri juga berkurang. walaupun
penurunan mutu tetap terjadi tetapi bisa diminimalisasikan. Selain perubahan
mikrobiologi dan kimia, selama penyimpanan beku terjadi perubahan secara fisik
yaitu pada kristal-kristal es baik bentuk maupun ukuran. Perubahan ini sering
disebut Rekristalisasi (Recristallisation). Terdapat 3 jenis rekristalisasi
yang terjadi pada produk pembekuan selama penyimpanan beku yaitu:
1. Isomass
Recristallisation Terjadi perubahan bentuk permukaan atau struktur internal
dari kristal es.
2. Accretive
Recristallisation Dua kristal es yang berdekatan bergabung membentuk kristal es
yang lebih besar.
3. Migratory
Recristallisation
Terjadinya
kenaikan ukuran rata-rata kristal es dan berkurangnya jumlah rata-rata kristal
es karena terbentuknya kristal-kristal es yang lebih besar dari kristal-kristal
es yang lebih kecil. Cold storage dapat mempertahankan mutu ikan selama 1-9
bulan, tergantung pada keadaan danjenis ikan, cara pembekuan dan cara/kondisi
penyimpanannya. Dengan teknik penanganan yang ideal , ikan dapat disimpan lebih
dari 4 tahun dalam cold storage.
Desain
yang benar dan penggunaan yang benar dari cold storage dapat meminimalisasikan
kerusakan selama penyimpanan dan memperpanjang masa simpan produk. Faktor design
yang paling penting adalah:
·
Suhu rendah
·
Keseragaman suhu dalam seluruh ruangan cold
storage
·
Kestabilan suhu dengan fluktuasi yang minimal
·
Distribusi udara yang baik untuk mempertahankan
keseragaman suhu
·
Sirkulasi udara minimum untuk mencegah
dehidrasi
·
Minimum ingress udara untuk meminimalkan fluktuasi
Suhu
cold storage dikendalikan dengan termostat, alat ini menghentikan pendinginan
jika suhu cold storage telah mencapai derajat tertentu, dan menjalankannya
kemali jika suhu naik kempali sampai derajat tertentu pula. Selisih antara
kedua suhu tersebut biasanya tidak lebih dari 20C.
Tipe –tipe cold storage:
1. Jacketed
cold storage ( cold storage berjaket) tipe ini merupakan ruang
penyimpanan yang ideal, tetapi konstruksinya sangat mahal. Ruang dalam
terisolasi total dari jaket udara. Karena itu lapisan dalam harus dibuat dari
bahan yang tidak dapat ditembus udara. Sambungan-sambungannya harus dibuat
kedap udara. Sistem cold storage ini menjamin bahwa perbedaan suhu didalam
ruang penyimpan cukup kecil. Hal ini dicapai karena aliran dari udara dingin
mengelilingi bagian luar dari ruangan dalam storage. Selain itu, karena
pemasukan panas sangat kecil, RH yang tinggi dapat dipertahankan. Dengan
demikian , dehidrasi produk sangat terbatas.
Tipe
ini tidak memerlukan kipas didalam ruang penyimpan. Hal ini merupakan faktor
lain yang mendukung dihasilkannya produk yang baik. Tipe ini tidak banyak
dipakai karena kemahalannya dan karena tidak cocok jika beban panas dari produk
cukup tinggi.
2. Gridded
cold storage(cold storage dengan pipa pendingin polos)
Pada tipe ini, pipa pendingin polos dirangkai menutupi seluruh langit-langit dan di dinding ruangan cold storage.Tipe ini juga menghasilkan kondisi penyimpanan yang baik karena suhu dalam ruangan cukup merata tanpa disirkulasikan dengan kipas. Panas yang masuk melalui dinding segera dikeluarkan tanpa mengganggu produk yang disimpan.
Pada tipe ini, pipa pendingin polos dirangkai menutupi seluruh langit-langit dan di dinding ruangan cold storage.Tipe ini juga menghasilkan kondisi penyimpanan yang baik karena suhu dalam ruangan cukup merata tanpa disirkulasikan dengan kipas. Panas yang masuk melalui dinding segera dikeluarkan tanpa mengganggu produk yang disimpan.
Kecepatan
pemindahan panas kepipa hanya sedikit berkurang jika pipa tertutup es sihingga
defrost tidak perlu sering dilakukan. Cold storage jenis ini dapat bekerja berbulan-bulan
tanpa defrosting. Kelemahan atau kerugian utama dari tipe ini adalah:
1. Ada
banyak saluran-saluran pipa yang komplex
2. Memerlukan
bahan refrigeran dalam jumlah yang banyak
3. Struktur
cold storage harus kuat untuk menahan pipa-pipa dan refrigeran.
4. Memerlukan
bejana penampung regfrigeran jika cooler perlu dikosongkan untuk diperbaiki
5. Finned
grid stores (cold storage dengan pipa bersirip)
Tipe
ini mirip dengan gridded cold storage tapi pipa yang digunakan adalah pipa
bersirip. Dengan pipa bersirip ini jika dirangkai dilangit-langit saja sudah
mencukupi, tanpa memerlukan rangkaian pipa didinding. Dengan demikian biaya
dapat dikurangi, akan tetapi kelemahannya adalah pipa tidak menutupi dinding
sehingga kondisi penyimpanannya tidak sebaik cold storage dengan pipa polos.
Pipa bersirip lebih sulit di-dfrost dan defrost perlu dilakukan sesering
mungkin.
4. Cold storage dengan Unit cooler
Tipe
ini paling banyak digunakan karena paling murah pemasangannya; hanya sedikit
memerlukan bahan pendingin; mudah di-defrost dan tidak memerlukan struktur
penyangga yang berat. Kelemahannya adalah beberapa rancangan tidak memungkinkan
distribusi udara yang merata di dalam cold storage sehingga menyebabkan kondisi
penyimpanan yang buruk
Sumber, yunias
PENGAWETAN IKAN DENGAN MENGGUNAKAN ES KERING
PENDAHULUAN
Ikan
merupakan salah satu bahan pangan yang bersifat highly perishable, terutama
pada kondisi tropis ikan lebih cepat mengalami kemunduran mutu. Hal ini
merupakan suatu fakta yang dapat ditangani dengan cara menurunkan suhu tubuh
ikan agar kesegarannya tetap maksimal. Penurunan suhu tubuh ikan dapat dilakukan
dengan media pendingin yang berfungsi untuk menarik atau memindahkan panas dari
dalam tubuh ikan ke bahan lain sehingga suhu tubuh ikan rendah (Afrianto &
Liviawaty 2005).
Penggunaan
suhu rendah berupa pendinginan dan pembekuan dapat memperlambat proses-proses
biokimia yang berlangsung dalam tubuh ikan yang mengarah pada kemunduran mutu
ikan (Junianto 2003). Prinsip proses pendinginan dan pembekuan adalah
mengurangi atau menginaktifkan enzim dan bakteri pembusuk dalam tubuh ikan
(Afrianto & Liviawaty 2005). Penanganan ikan dengan menggunakan suhu rendah
membutuhkan media pemindah panas atau yang lebih dikenal dengan refrigerant.
Bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai media pendingin untuk penanganan ikan
di antaranya es batu atau es balok, es kering, air dingin, es ditambah garam,
air laut yang didinginkan dengan es, air laut yang didinginkan secara mekanis,
dan udara dingin (Junianto 2003).
PROSES PEMBEKUAN
Es
kering umumnya digunakan dengan cara ditambahkan ke media pendingin es sehingga
kemampuan menyerap panas ikan lebih besar dibandingkan media es saja. Kecepatan
penurunan suhu lebih cepat karena daya serap panas yang besar disebabkan oleh
rendahnya titik suhu sublimasi dari es kering, yaitu sekitar -78,5oC (Junianto
2003). Menurut Ilyas (1983), rantai dingin (cold chain) merupakan usaha menjaga
mutu ikan agar tetap segar dengan menggunakan suhu rendah (0°C atau beberapa
derajat celcius di atas 0°C) selama kegiatan penanganan hingga sampai ke tangan
konsumen.
Es
yang sering dikenal dengan nama es balok atau es batu merupakan media pendingin
yang banyak digunakan dalam penanganan ikan, baik di atas kapal maupun di darat
selama distribusi dan pemasaran (Junianto 2003). Es balok (block ice), berupa
balok es yang berukuran 12 - 60 kg per balok. Es balok yang akan digunakan
sebelumnya es balok harus dipecahkan (Masyamsir 2001).
Es
balok yang digunakan untuk pendinginan ikan harus dihancurkan terlebih dahulu
menjadi bentuk bongkahan atau diserut menjadi butiran-butiran yang tidak
terlalu kecil dan tidak terlalu besar. Ukuran pecahan butiran es kira-kira 1-2
cm3. Pemakaian butiran es yang terlalu besar dan runcing dapat mengakibatkan
kerusakan fisik ikan. Butiran es yang terlalu kecil akan menyebabkan butiran es
cepat melebur dan juga membendung aliran air ke bawah sehingga terjadi genangan
air antar lapisan ikan. Pemakaian es balok yang dihancurkan akan lebih baik
dari pada yang diserut karena akan diperoleh ukuran butiran es yang
berbeda-beda dan disarankan untuk tidak menghancurkan es balok di atas tumpukan
ikan karena akan mengakibatkan kerusakan fisik pada ikan (Junianto 2003).
Selasa, 27 Januari 2015
HYDRILLA TANAMAN AIR UNTUK BUDIDAYA
Hydrilla verticillata
adalah tanaman yang selalu hidup didalam air dan memiliki kegunaan bagi
beberapa Budidaya ikan. Hydrilla atau lebih sering disebut gulma air adalah
tumbuhan tenggelam, biasanya berakar, hidup selamanya di air. Hydrilla dalam
jumlah yang sesuai dengan ukuran kolam dapat menjadi nilai positif bagi
budidaya ikan ataupun hiasan kolam. Kolam terlihat lebih cantik dan Hydrilla
menjadi tempat untuk bermain ikan. Gulma atau Hydrilla dapat juga menjadi
tempat untuk pemijahan ikan. Sperti ikan pedang
EFEK
NEGATIF HYDRILLA TANAMAN AIR
Jumlah
berlebihan pada hdrylla dapat menyebabkan perairan maupun pada dunia budidaya.
Hydrilla verticillata dapat mempengaruhi ukuran ikan dan tingkat populasi di
mana ikan predator tidak dapat berburu efektif dalam tikar tebal.
Jumlah
padat pada perairan juga mengganggu nelayan, menghambat saluran irigasi,
memperlambat pengendalian banjir kanal, menciptakan air tergenang yang menjadi
tempat berkembang biak nyamuk, dan padatan atau seresahnya bahkan dapat
menyebabkan banjir, dan mengubah kualitas air dengan menurunkan kadar oksigen
dan peningkatan pH dan suhu air .
KLASIFIKASI HYDRILLA
VERTISILLATA
Menurut (Alam Ikan 1), klasifikasi Hydrilla adalah sebagai berikut :
Menurut (Alam Ikan 1), klasifikasi Hydrilla adalah sebagai berikut :
- Filum
: Spermatophyta
- Subfilum
: Angiospermae
- Kelas
: Monokotelidon
- Familia
: Hydrocharitaceae
- Genus
: Hydrilla
- Spesies : Hydrilla Verticillata
Ciri dari Hydrilla
verticillata memiliki rimpang putih kekuningan tumbuh di
sedimen bawah air yang tumbuh sampai dengan kedalaman 2 m. Hydrilla adalah tanaman
produktif, yang tumbuh dengan cepat dalam air dan dapat berkembang dari
beberapa sentimeter sampai 20 meter. Daun kecil (1 / 2 - 3 / 4 inci).
KEGUNAAN HYDRILLA
- Hydrilla
dalam dunia ikan hias dapat dijadikan sebagai penghias akuarium/aquariumseperti jenis tanaman lainnya
- Kegunaan
Hydrilla dapat juga menjadi tempat untuk pemijahan Ikan hias , Biasanya
digunakan untuk ikan-ikan ukuran kecil.
- Menjadi
sumber makanan ikan
- Tempat
Sembunyi Ikan
Tapi
dalam habitat aslinya tanaman Hydrilla lebih banyak menyebabkan kerugian,
sehingga penggunaan yang berlebihan dapat merusak kadar perairan kolam/
akuarium.
FUNGSI DAN DAMPAK HYDRILLA VERTICILATA
CIRI
-CIRI HYDRILLA VERTICILATA
Hydrilla adalah tumbuhan Spermatophyta
yang selalu hidup di dalam air, sehingga adaptasi tumbuhan ini berbeda dengan
Spermatophyta darat. Hydrilla merupakan tumbuhan yang selalu tenggelam,
biasanya berakar, hidup selamanya di air dengan panjang batang mencapai 9 m (30
kaki). Berasal dari rimpang dan berujung dengan umbi kecil. Dinding selnya
tebal untuk mencegah osmosis air yang dapat menyebabkan lisisnya sel. Sel
Hydrilla berbentuk segi empat beraturan yang tersusun seperti batu bata.
Memiliki kloroplas dan klorofil yang terdapat didalamnya. Pada daun Hydrilla,
dapat pula diamati proses aliran sitoplasma, yaitu pada bagian sel – sel
penyusun ibu tulang daun yang memanjang di tengah – tengah daun. Pada hydrilla
juga terdapat trikoma yang berfungsi untuk mencegah penguapan yang
berlebihan.Hydrilla memiliki resistensi yang tinggi terhadap salinitas (>
9-10 ppt) dibandingkan dengan tanaman air lain yang terkait di air tawar.
Hydrilla mirip beberapa tanaman air lainnya, termasuk Egeria dan Elodea.
KEBIASAAN
DAN HABITAT
- Hydrilla
dapat tumbuh dengan cabang atau akar fragmen walaupun tanaman
tersebut rusak
- Beberapa jenis Hydrilla dapat bertahan di iklim tertentu seperti Monoecioes bertahan di iklim utara, Dioecious kurang toleran dingin,
- Hydrilla kurang toleran dingin
FUNGSI
HYDRILLA VERTICILLATA
·
Hydrilla verticillata memiliki
fungsi sebagi zat hara dan dapat menurunkan kadar Cr dalam limbah.
Seperti sumber hara pada pertanian kacang tanah. Unsur hara pada hydrilla
verticillata dapat dijadikan sebagai sumber pupuk organik yang berguna untuk
kegiatan pertanian.
·
Menurut (Alam Ikan 2) persentase kandungan
gizi dari Hydrilla verticillata adalah : 1,74 % protein; 0,54 %
lemak; 1,82 % serat kasar; 1,51 % abu; 3,97 % karbohidrat; dan 90,42 %
air.
· Tanaman Hydrilla verticillata dapat
menurunkan kadar logam Cr dalam limbah penyamakan kulit hingga 95,85 % dengan
waktu penyerapan 8 hari. Penyerapan Cu dengan tanaman air jenis Hydrilla
verticillata cenderung meningkat sampai hari ke-15.
Menurut (Alam Ikan 1)
tanaman Hydrilla verticillata mempunyai dampak sebagai
berikut
·
Cabang lebat yang ada dipermukaan air
mengganggu dan menghambat masuknya cahaya matahari ke tanaman lain, yang pada
gilirannya dapat secara signifikan mengurangi tanaman air dan keanekaragaman
hayati hewan.
·
H.verticillata dapat mempengaruhi ukuran ikan
dan jumlah populasi
·
Predator tidak dapat berburu secara efektif
pada hydrilla yang cukup tebal
·
Mengganggu kapal dan perahu
motor nelayan dapat menjadi kusut dan daerah renang tersedak.
·
Menghambat saluran irigasi, memperlambat
pengendalian banjir kanal, menciptakan air tergenang yang menjadi tempat
berkembang biak nyamuk, dan padatan atau seresahnya bahkan dapat menyebabkan
banjir, dan
·
Dapat mengubah kualitas air dengan menurunkan
kadar oksigen dan peningkatan pH dan suhu air.
PUSTAKA,
Alam
Ikan 1 : Niwa, 2003
Alam
Ikan 2 : Tungka dan Rondo, 1991
Langganan:
Postingan (Atom)







