Kamis, 22 November 2012

MATERI DAN METODE PENYULUHAN


I.      Materi Penyuluhan
 
Materi penyuluhan adalah bahan penyuluhan yang akan disampaikan oleh para penyuluh kepada pelaku utama dan pelaku usaha dalam berbagai bentuk yang meliputi informasi, teknologi, rekayasa sosial, manajemen, ekonomi, hukum, dan kelestarian lingkungan.
Materi penyuluhan dibuat berdasarkan kebutuhan dan kepentingan pelaku utama dan pelaku usaha  dikawasan Minapolitan dengan memperhatikan kemanfaatan dan kelestarian sumber daya perikanan dan disesuikan dengan basis minapolitan yang dikembangkan oleh daerah serta disesuikan dengan master plan Minapolitan setempat. Materi penyuluhan yang dimaksud berisi unsur pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan modal sosial serta unsur ilmu pengetahuan, teknologi, informasi, ekonomi, manajemen, hukum, dan pelestarian lingkungan.

II.      Metode Penyuluhan
Dalam pelaksanaan penyuluhan di kawasan minapolitan dapat dilakukan dengan berbagai metode, antara lain: 

a.    Kunjungan Pembinaan Perorangan/Anjangsana dan Kelompok
Kunjungan pembinaan kepada sasaran perorangan/anjangsana adalah metode penyuluhan perikanan langsungkepada pelaku utama/pelaku usaha perikanan secara perorangan dengan mendatangi rumah atau tempat usaha pelaku utama dan/atau pelaku usaha perikanan.
Kunjungan pembinaan kepada sasaran kelompok adalah metode penyuluhan perikanan langsung dengan mendatangani pertemuan kelompok baik yang rutin maupun yang insidentil dalam rangka memberdayakan kelompok pelaku utama/pelaku usaha perikanan.

a.    Demonstrasi Cara/Hasil
Demonstrasi cara adalah teknik penyuluhan perikanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang cara penerapan teknologi perikanan yang telah terbukti menguntungkan bagi pelaku utama dan/atau pelaku usaha perikanan.
Demonstrasi hasil adalah teknik penyuluhan perikanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi perikanan yang telah terbukti menguntungkan bagi pelaku utama dan/atau pelaku usaha perikanan atau teknologi lainnya yang sudah spesifik lokasi.


a.    Temu Wicara
Temu wicara adalah metode penyuluhan perikanan berupa kegiatan pertemuan antara pelaku utama dan/atau pelaku usaha dengan pemerintah untuk bertukar informasi mengenai kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan perikanan, serta antisipasi dan peran serta pelaku utama dan/atau pelaku usaha dalam pembangunan perikanan.

a.    Temu Teknis
Temu teknis adalah kegiatan pertemuan berkala antara penyuluh perikanan dengan tim penyuluh dan/atau antara penyuluh perikanan dengan peneliti/perekayasa/professional/aparat pemerintah untuk meningkatkan kompetensi penyuluh perikanan dalam pelayanan kepada pelaku utama dan/atau pelaku usaha.

a.    Temu Karya
Temu karya adalah kegiatan pertemuan antara penyuluh perikanan dengan pelaku utama dan/atau pelaku usaha serta masyarakat untuk menyampaikan hasil karya inovasi penyuluh perikanan di bidang perikanan yang sudah di ujicobakan oleh kelompok dan di presentasikan di depan penyuluh perikanan lainnya.

b.    Temu Usaha
Temu usaha merupakan kegiatan pertemuan antara pelaku utama, pelaku usaha, pengusaha perikanan dan lembaga keuangan untuk melakukan kerja sama dalam pengembangan usaha perikanan, sehingga masing-masing pemangku kepentingan  dapat mengambil manfaat secara optimal, yang tertuang dalam surat kesepakatan bersama.
Temu usaha akan terselenggara sesuai dengan luaran yang diharapkan bila prinsip-prinsip penyelenggaraanya terpenuhi, berupa:
1.    adanya produk perikanan yang siap dipasarkan;
2.    adanya pengusaha yang berminat;
3.    adanya fasilitator; dan
4.    terjadinya transaksi yang saling menguntungkan.

a.    Temu Lapang
Temu lapang adalah pertemuan di lapangan sebagai tindak lanjut demonstrasi cara/demonstrasi hasil/uji coba lapang. Agar penyelenggaraan temu lapang dapat berjalan dengan baik, maka harus memperhatikan prinsip-prinsip penyelenggaraannya adalah:
1.    adanya kesenjangan teknologi; dan
2.    teknologi yang di temu lapang kan harus mempunyai kinerja yang lebih baik dari sebelumnya, dapat memecahkan masalah dan sesuai dengan kebutuhan pelaku utama.

b.    Temu KIPRAH (Temu Komunikasi, Informasi dan Praktek Pemecahan Masalah)
Temu KIPRAH merupakan kegiatan gabungan dari temu teknis, temu wicara, praktek pemecahan masalah. Temu KIPRAH adalah suatu pertemuan pejabat fungsional KKP (peneliti/litkayasa, perekayasa, widiyaswara, instruktur, guru dan dosen), pemangku kepentingan dengan kelompok pelaku utama dan pelaku usaha yang didampingi oleh penyuluh perikanan untuk mengidentifikasi, merumuskan dan memecahkan masalah penerapan teknologi perikanan yang dihadapi pelaku utama dan pelaku usaha untuk meningkatkan produksi yang dilakukan secara partisipasif melalui praktek langsung di lahan usaha.
Temu KIPRAH ini fasilitasi oleh pemerintah di wilayah pelaksanaan tersebut yang diprakarsai oleh pemangku kepentingan baik tingkat pusat, propinsi dan kabupaten/kota. Penyuluh perikanan dalam kegiatan ini berperan sebagai fasilitator, mediator dan penyelenggara pertemuan.
Temu KIPRAH akan terselenggara sesuai dengan luaran yang diharapkan bila terpenuhinya prinsip-prinsip sebagai berikut:
1.    adanya prioritas akar masalah yang akan dipecahkan;
2.    pemecahan akar masalah;
3.    pelaksanaan secara partisipatif;
4.    adanya koordinasi pemangku kepentingan; dan
5.    adanya inovasi teknologi,

c.    Gelar Teknologi Perikanan
Gelar teknologi perikanan merupakan suatu kegiatan untuk memperagakan teknologi perikanan unggul hasil penelitian dan pengkajian yang sudah matang (good will inovasi) di lahan usaha pelaku utama dan/atau pelaku usaha dan dilaksanakan oleh kelompok perikanan atau anggotanya, dengan bimbingan teknis oleh Penyuluh Perikanan.
Gelar teknologi perikanan dapat pula diartikan sebagai kegiatan mengaplikasikan teknologi informasi di bidang perikanan yang berguna bagi pelaku utama dan/atau pelaku usaha dan/atau masyarakat perikanan.

d.    Mimbar Saresehan 
           Mimbar sarasehan merupakan kegiatan pertemuan sebagai forum konsultasi antara gabungan kelompok pelaku utama dan usaha perikanan atau asosiasi kelompok perikanan dengan pihak pemerintah yang diselenggarakan secara priodik dan berkesinambungan untuk membicarakan, memusyawarahkan dan menyepakati pemecahan berbagai permasalahan pembangunan perikanan.














readmore »»  

Rabu, 31 Oktober 2012

BAHAYA FORMALIN UNTUK KESEHATAN


Apa itu Formalin??
Formalin adalah nama dagang larutan formaldehid dalam air dengan kadar 30-40 persen. Di pasaran, formalin dapat diperoleh dalam bentuk sudah diencerkan, yaitu dengan kadar formaldehidnya 40, 30, 20 dan 10 persen serta dalam bentuk tablet yang beratnya masing-masing sekitar 5gram.
Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk. Di dalam formalin terkandung sekitar 37% formaldehid dalam air. Biasanya ditambahkan metanol hingga 15% sebagai pengawet.
Formalin biasanya diperdagangkan di pasaran dengan nama berbeda-beda antara lain: Formol, Morbicid, Methanal, Formic aldehyde, Methyl oxide, Oxymethylene, Methylene aldehyde, Oxomethane, Formoform, Formalith, Karsan, Methylene glycol, Paraforin, Polyoxymethylene glycols, Superlysoform, Tetraoxymethylene, Trioxane.

Penggunaan Formalin
ü  - Pembunuh kuman sehingga dimanfaatkan untuk pembersih : lantai, kapal, gudang, dan pakaian.
ü  - Pembasmi lalat dan berbagai serangga lain.
ü  Bahan pada pembuatan sutra buatan, zat pewarna, cermin kaca, dan bahan peledak.
ü  - Dalam dunia fotografi biasanya digunakan untuk pengeras lapisan gelatin dan kertas.
ü  - Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea.
ü  - Bahan untuk pembuatan produk parfum.
ü  - Bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku.
ü  Pencegah korosi untuk sumur minyak.
ü  - Bahan untuk insulasi busa.
ü  - Bahan perekat untuk produk kayu lapis (plywood).
ü  - Cairan pembalsam (pengawet mayat).

Dampak Formalin pada Kesehatan Manusia
·   - Akut : efek pada kesehatan manusia langsung terlihat : seperti iritasi, alergi, kemerahan, mata berair, mual, muntah, rasa terbakar, sakit perut dan pusing
·  - Kronik : efek pada kesehatan manusia terlihat setelah terkena dalam jangka waktu yang lama dan berulang : iritasi kemungkin parah, mata berair, gangguan pada pencernaan, hati, ginjal, pankreas, system saraf pusat, menstruasi dan pada hewan percobaan dapat menyebabkan kanker sedangkan pada manusia diduga bersifat karsinogen (menyebabkan kanker). Mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung formalin, efek sampingnya terlihat setelah jangka panjang, karena terjadi akumulasi formalin dalam tubuh.
·  - jika dikonsumsi manusia, formalin bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, mengganggu fungsi hati, ginjal, dan sistem reproduksi
·   - Menurut Winarno dan Rahayu (1994), pemakaian formalin pada makanan dapat menyebabkan keracunan pada tubuh manusia. Gejala yang biasa timbut antara lain sukar menelan, sakit perut akut disertai muntah-muntah, mencret berdarah, timbulnya depresi susunan saraf, atau gangguan peredaran darah.
·   - Konsumsi formalin pada dosis sangat tinggi dapat mengakibatkan konvulsi (kejang-kejang), haematuri (kencing darah), dan haimatomesis (muntah darah) yang berakhir dengan kematian
·  Formalin atau larutan formaldehida (HCHO) yang biasanya untuk bahan pengawet mayat,.
penggunaannya pada makanan dalam dosis tinggi akan menyebabkan iritasi lambung, menyebabkan kanker, gagal ginjal, lever, limpa dan merusak jaringan tubuh.

Ciri – ciri ikan segar yang mengandung formalin



·       Tidak rusak sampai tiga hari pada suhu 250C
·       Warna insang merah tua dan tidak cemerlang bukan merah segar dan warna dagingikan putih bersih
·       Lebih awet dan tidak mudah busuk
·       Bau menyengat bau formalin
·       Tidak dihinggapi oleh lalat

Ciri – ciri ikan asin yang mengandung Formalin
·       Tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu 25oC
·       Bersih cerah
·       Tidak berbau khas ikan asin
·       Tidak dihinggapi lalat bila disimpan diruang terbuka




Cara Mendeteksi


Deteksi formalin dan boraks secara akurat hanya dapat dilakukan di laboratorium dengan menggunakan bahan-bahan kimia, yaitu melalui uji formalin dan uji boraks.Ambang batas kadar Formalin yang dapat ditolerir oleh tubuh adalah 0,2 miligram per kilogram berat badan.                           


Test Formalin adalah salah satu test yang paling banyak dilakukan di industri makanan. Biasanya  dilakukan untuk mengetahui apakah bahan makanan menggunakan formalin sebagai bahan pengawet, bahan makanan yang biasanya menggunakan pengawet salah satunya adalah produk pada ikan baik ikan yang baru ditangkap ataupun lainnya.   
CARA KERJA TEST KIT INI MUDAH DAN CEPAT, 
1. AMBIL PRODUK MAKANAN YANG AKAN ANDA UJI 
2. CACAH DAN AMBIL SEKITAR 10 GRAM 
3. TAMBAHKAN AIR HANGAT SEKITAR 10 MILI LITER 
4. AMBIL AIR RENDAMAN TERSEBUT SEBANYAK 5 ML (DISEDIAKAN ALAT 
UNTUK MENGAMBIL SEBANYAK 5 ML) 
5. TETESKAN REAGEN DALAM TEST KIT, BIARKAN 10 menit

. JIKA TERBENTUK WARNA UNGU, BERARTI PRODUK MAKANAN YANG ANDA UJI MENGANDUNG FORMALIN







readmore »»  

Senin, 08 Oktober 2012

MANAJEMEN ADMINISTRASI KELOMPOK PEMBUDIDAYA/TANI

Berkembang suatu kelompok selain dari kesadaran individu / anggota kelompok itu sendiri juga ditentukan dari Pengelolaan MANAJEMEN kelompok yang disusun secara rapi dan profesional, salah satunya adalah ADMINISTRASI KELOMPOK itu sendiri.

Maka untuk membentuk kelompok yang biak dan maju dan terarah dalam pencarian visi dan misi maka administrasi kelompok haruslah sangat di perhatikan sehingga dengan administrasi yang baik, kelompok akan berjalan sesuai dengan harapan seluruh anggotanya.

untuk itu disini kita akan berbagi tentang beberapa contoh Administrasi Kelompok Pembudidaya / Kelompok tani...

Misalnya:
Buku - buku keuangan yang terdiri dari :

  1. Buku Kas
  2. Buku Kas Pembantu
Buku - buku Non Keuangan yang terdiri dari :
  1. Buku Tamu
  2. Buku Inventaris
  3. Buku Anggota
  4. Buku Susunan Pengurus
  5. Buku Notulen Rapat / pertemuan
  6. Buku Agenda Surat
  7. Buku Anjuran Instansi lain
  8. dan Buku Hadir dalam pertemuan kelompok
dibawah ini beberapa contoh pembukuan di dalam Kelompok Pembudidaya / Kelompok Tani
1. Buku Daftar Anggota Klik Disini

2. Buku Tamu Klik Disini
3. Buku Inventaris Klik Disini
4. Buku Susunan Pengurus Klik Disini
5. Buku Anjuran Instansi Lain Klik Disini
6. Buku Agenda Surat Klik Disini
7. Buku Notulen Rapat Klik Disini

SEMOGA BERMANFAAT....!!!
DIKUTIP DARI BERBAGAI SUMBER


readmore »»